Headlines News :
Home » » Jangan Mengeluh, Sayang..

Jangan Mengeluh, Sayang..

Written By Intan Anggadita on Sabtu, 06 April 2019 | 19.14



Oleh : Ustadzah Dwi Aryani

JANGAN MENGELUH

💦❄💦

Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat suka mengeluh. Apabila dia ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah dan apabila mendapat kebaikan dia menjadi kikir.” (QS.Al-ma’arij:19-21)

✨Sikap mengeluh sebenarnya menunjukan kekerdilan jiwa seseorang dan berupaya untuk  mencari pembenaran diri sendiri. Seseorang yang mudah mengeluh senantiasa mencari penyebab masalah dari luar dirinya tanpa mau introspeksi terhadap diri sendiri. Pada hal seringkali masalah terjadi yang menjadi pokok masalah adalah dirinya sendiri dan bukan orang lain. Sikap mudah mengeluh juga refleksi dari ketidak ridhoan atas ketentuan taqdir dari Allah SWT.

✨ Kita sering mengeluh akibat kita tidak bersyukur, kita tidak melihat orang-orang yang ada di sekeliling kita, ada orang yang mendapatkan masalah yang jauh lebih berat dari yang kita hadapi. Ingatlah mereka yang kurang beruntung. Kita akan sadar bahwa masalah yang kita punya hanyalah sebagian kecil dari seluruh permasalahan yang ada di bumi ini. Kita sering mengeluh saat kenyataan yang terjadi ternyata tidak sesuai dengan harapan kita. Mengapa hal tersebut terjadi? Ingat hanya Allah yang tahu apa yang terbaik untuk kita, dialah Sang Perencana Terbaik yang pernah ada. Berbaik sangkalah kepada Allah. Jangan mengeluh ukhti! Bisa saja hal yang tidak kita inginkan tersebut memang kita perlukan nantinya. Syukuri apa yang kita miliki saat ini dan manfaatkan sebaik-baiknya.

✨Semua ujian yang diberikan oleh Allah pasti bisa kita hadapi jika kita yakin dan terus berusaha. Mengeluh tidak akan menyelesaikan masalah malah hanya akan memperparah keadaan. Mengeluh tidak akan memperbaiki semuanya. Bahkan mengeluh hanya akan menciptakan energi negatif, seperti rasa marah dan putus asa. Kita pasti bisa menyelesaikannya. Jangan mengeluh ukhti!

“Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al Baqarah: 286)

✨Dan janganlah merasa putus asa dan bersedih ketika mendapatkan masalah. Jangan pernah menyerah, kegagalan itu boleh saja terjadi, seperti pepatah mengatakan badai pasti berlalu. Benar. Semuanya akan kembali normal. Masih ada masa depan yang perlu dijalani. Bersabar ukhti, Rasulullah saja begitu sabarnya menghadapi kaum Quraish yang menyakiti beliau saat menyebarkan agama Islam. Bersyukur ukhti, jangan mengeluh!

“Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al Baqarah: 286)

Hukum Mengeluh

✨Tidak seharusnya seorang Muslim mengeluh akan kehidupannya karena jika ia berpikir lebih,  maka ia sendiri tidak akan pernah sanggup menghitung kenikmatan yang telah ia rasakan selama ini.  Kenikmatan yang diberikan oleh Allah SWT yang tidak akan pernah sanggup dihitung oleh siapa pun. Dengan banyaknya kenikmatan selama ini,  tidaklah pantas jika kita mengeluh.

وَإِن تَعُدُّوا۟ نِعْمَةَ ٱللَّهِ لَا تُحْصُوهَآ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ

Artinya: “Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q. S. An Nahl : 18)

✨ Allah juga telah memperingatkan kita akan orang-orang yang tidak pernah bersyukur dan selalu mengeluh.

وَءَاتَىٰكُم مِّن كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ ۚ وَإِن تَعُدُّوا۟ نِعْمَتَ ٱللَّهِ لَا تُحْصُوهَآ ۗ إِنَّ ٱلْإِنسَٰنَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ

Artinya: “Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” (Q. S. Ibrahim: 34)

✨ Bukankah sudah jelas? Allah sudah menjawab semua pertanyaan kita di dalam Al Qur’an, jauh sebelum masalah itu datang menghampiri kita. Apabila sudah merasa tidak sanggup lagi, mintalah pertolongan kepada Allah SWT. Kita tidak pernah sendirian. Jangan mengurung diri dan lantas bersedih hati. Kita bisa bercerita kepada teman atau sanak saudara, namun dengan tujuan untuk menemukan solusi permasalahan tersebut bukannya untuk melebih-lebihkan masalah atau bahkan menyalahkan keadaan.


“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sholat; dan sesungguhnya sholat itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk Tiada daya dan upaya kecuali atas pertolongan Allah semata.” (QS. Al Baqarah: 45)

✨Jika terdapat suatu musibah,  harusnya kita mensyukurinya karena jika kita bersabar dalam menghadapinya maka dosa kita pun akan diampuni. Mengeluh hanya menjadi penyebab hati gelisah menurut Islam.  Rasulullah SAW bersabda,

“Tiada suatu musibah pun yang menimpa seorang Muslim, melainkan dengannya Allah hapuskan (dosa-dosa kecil) darinya sampai-sampai sebatang duri pun yang menusuknya.”(Shahih al-Bukhari, kitab al-Mardla, no. 5640; Shahih Muslim, kitab al-Birr wa ash-Shilah, no. 2572).

💦❄💦
⛅ Kabar Bahagia bagi yang tak mudah mengeluh ⛅

✨Allah telah berjanji memberikan pahala yang besar pada mereka yang bersabar dan tidak berkeluh kesah. Bersabar juga merupakan cara agar hati tenang dalam Islam.

وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَىْءٍ مِّنَ ٱلْخَوْفِ وَٱلْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ

Artinya: “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Q. S. Al Baqarah: 155)

✨ Rasulullah juga kembali menegaskan keutamaan bersabar:

“Amat menakjubkan keadaan orang mu’min itu, sesungguhnya semua keadaannya itu adalah merupakan kebaikan baginya dan kebaikan yang sedemikian itu tidak akan ada lagi seorangpun melainkan hanya untuk orang mu’min itu belaka.

Apabila ia mendapatkan kelapangan hidup, iapun bersyukur, maka hal itu adalah kebaikan baginya. Apabila ia ditimpa musibah, maka iapun bersabar dan hal inipun adalah merupakan kebaikan baginya.” (HR. Muslim)

💦❄💦
✨ Setiap manusia hendaknya menyadari bahwa setiap kenikmatan dan musibah yang datang telah digariskan oleh Allah SWT sebelum kita diciptakan sehingga seharusnya kita bersikap sabar dan tawakal dalam menghadapinya.

Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya setiap orang diantara kamu dikumpulkan kejadiannya di dalam rahim ibunya selama empat puluh hari dalam bentuk nuthfah, kemudian menjadi ‘alaqoh(segumpal darah) selama waktu itu juga (empat puluh hari), kemudian menjadi mudhghoh (segumpal daging) selama waktu itu juga, lalu diutuslah seorang malaikat kepadanya, lalu malaikat itu meniupkan ruh padanya dan ia diperintahkan menulis empat kalimat:

Menulis rizkinya, ajalnya, amalnya, dan nasib celakanya atau keberuntungannya.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

✨Mari kita belajar menyikapi setiap masalah dengan introspeksi diri tanpa harus langsung menyalahkan orang lain. Jauhilah sikap mengeluh karena mengeluh itu sebuah penentangan, sikap penolakan dan menghindari realitas kehidupan. Berusaha mengatasi masalah tanpa harus membuat masalah yang baru. Kembalikan semua masalah hidup hanya kepada Allah SWT sang pemilik kehidupan, cukup hanya kpada-Nya kita mengadu, berharap dan meminta pertolongan.

✨Ketahuilah...  sebenarnya apa saja yang menimpa diri kita tidak terlepas dari perbuatan dosa – dosa kita kepada Allah, maka perbanyaklah istighfar, taubat kepada Allah... moga Allah ampuni segala dosa dan ridho atas setiap amal kita.... aamiin

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Pendar Cahaya - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template